Sandaran yang Menipu
Rasa tenang dan tentram sebagai buah kebaikan yang kita kerjakan, seringkali tidakk terhindarkan. Selain hal itu memang yang kita inginkan, bukankah tidak ada yang lebih menentramkan daripada kesesuaian antara tindakan kita dengan Sang Pembuat syariat? Karena kita tahu bahwa ketentraman selain karenanya adalah palsu. Sungguh, mampu melakukan apa yang di perintahkan, menimbulkan sensasi puas yang dahsyat!.
Tangan Kita Super Canggih
Genggamlah tangan Anda dengan kuat, lalu pukulkan sekuat tenaga ke tembok di hadapan Anda. Tapi, hentikan ayunan tangan tepat sebelum kepalan tangan Anda menyentuh tembok. Lalu ambillah telur dan genggamlah erat, tapi jangan sampai memeahkannya. Sangat mudah kita lakukan, bukan?
Sistem Navigasi Burung yang Sempurna
Dalam dunia hewan dikenal namanya migrasi. Sebuah gerakan periodik hewan dari habitat aslinya ke daerah yang baru dan kemudian melakukan perjalanan kembali ke tempat asalnya. Migrasi disebabkan oleh kebutuhan untuk mencari makanan, oleh perubahan iklim pada tahun itu, dan oleh kebutuhan untuk berkembang biak.
Mengapa Doaku Tak Kunjung Dikabulkan?
Jika seorang muslim berdoa pada Allah agar diberi rizki dan diberi keturunan, akan tetapi doanya tak kunjung pula terkabulkan, apakah seperti itu adalah buah dari tidak diterimanya amalan?Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz ditanyakan seperti di atas. Lalu jawaban beliau rahimahullah,.
Penganut Kristen menurun, jumlah Umat Islam meningkat tajam
INGGRIS (Arrahmah.com) - Inggris mungkin tidak akan menjadi negara "Kristen" lagi pada tahun 2030. Sebuah laporan media Inggris mengatakan bahwa Kristen di Inggris kehilangan hampir 750.000 penganutnya setiap tahun. Penelitian yang dilakukan oleh Perpustakaan House of Commons menemukan bahwa penganut agama Kristen telah menurun, agama-agama lain telah terlihat memiliki peningkatan tajam.
Kamis, 15 Maret 2012
Syaikh Abu Sufyan (Wakil Amir AQAP): Umat Islam Wajib memerangi rezim Saudi karena mereka telah keluar dari Islam!
Selasa, 13 Maret 2012
Hadits & Sains: Bukti ilmiah bahaya berkhalwat dengan yang bukan Mahram
Selasa, 13 Maret 2012 10:04:35
Para peneliti di Universitas Valencia menegaskan bahwa seorang yang berkhalwat dengan wanita (yang bukan mahram) menjadi daya tarik yang akan menyebabkan kenaikan sekresi hormon kortisol. adapun Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya stres dalam tubuh. Meskipun subjek penelitian mencoba untuk melakukan penelitian atau hanya berpikir tentang wanita yang sendirian denganya namun hal tersebut tidak mampu mencegah tubuh dari sekresi hormon.
Para ilmuwan mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi yang rendah, namun jika meningkat hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut, maka yang demikian dapat menyebabkan penyakit serius seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi dan berakibat pada diabetes dan penyakit lainnya yang mungkin meningkatkan nafsu seksual.
Bentuk yang menyerupai alat proses hormon penelitian tersebut berkata bahwa stres yang tinggi hanya terjadi ketika seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita asing (bukan mahram), dan stres tersebut akan terus meningkat pada saat wanitanya memiliki daya tarik lebih besar! Tentu saja, ketika seorang pria bersama dengan wanita yang merupakan saudaranya sendiri atau saudara dekat atau ibunya sendiri tidak akan terjadi efek dari hormon kortisol. Seperti halnya ketika pria duduk dengan seorang pria aneh, hormon ini tidak naik. Hanya ketika sendirian dengan seorang pria dan seorang wanita yang aneh!
Para peneliti mengatakan bahwa pria ketika ada perempuan asing disisinya, dirinya dapat membayangkan bagaimana membangun hubungan dengannya (jika tidak emosional), dan dalam penelitian lain, para ilmuwan menekankan bahwa situasi ini (untuk melihat wanita dan berpikir tentang mereka) jika diulang, mereka memimpin dari waktu ke waktu untuk penyakit kronis dan masalah psikologis seperti depresi.
Nabi saw melarang khalwat
Kita semua tahu hadits yang terkenal yang mengatakan: "Ingatlah, janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita (bukan mahramnya) melainkan yang ketiganya adalah syaitan." (Sunan Tirmidzi no. 20165)
“Janganlah sekali-kali seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita saja, kecuali ia bersama muhrimnya” (Bukhari no. 4904)
Karena itu Nabi saw melalui syariat Islam ini menginginkan kita menghindari berbagai penyakit sosial dan fisik.
Ketika seorang Muslim mampu menghindari diri dari melihat aurat wanita (yang bukan mahram) dan menghindari diri dari berkhalwat dengan mereka, maka ia mampu mencegah penyebaran amoralitas dan dengan demikian melindungi masyarakat dari penyakit epidemi dan masalah sosial, dan mencegah individu dari berbagai penyakit.
Kami katakan kepada mereka yang tidak puas dengan agama kami yang hanif (lurus): Bukankah Islam sebagai agama yang benar, layak dihormati dan diikuti?
(siraaj/kaheel7/arrahmah.com)
Hanung Bramantyo "Sang Provokator Kekerasan"
Selasa, 13 Maret 2012 16:50:51
Namun faktanya, Hanung membuat film yang masih berjudul Tanda Tanya (?) yang penuh dengan nuansa Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme (Sepilis). Hanung berdalih “ingin mengangkat tema toleransi antar umat beragama, tanpa maksud hati mencitraburukkan satu agama tertentu,” tapi anehnya film Tanda Tanya (?) karya Hanung itu adalah salah satu film yang mengindetikkan bahwa pelaku kekerasan adalah umat Islam.
Hanung juga unjuk gigi pada (14/2/2012), turun ke jalanan di depan Plaza Indonesia, Grand Hyatt, Jl Kebon Kacang, Jakarta Pusat , bersama dengan Gerombolan JIL yang diantaranya terdiri dari kaum bencong, rambut gimbal, dan cewek perokok.
Setelah mendengar orasi singkat itu, orang yang waras akan beranggapan bahwa Hanung sebenarnya orang radikal dan pendukung kekerasan. Buktinya, kalimat-kalimat yang keluar dari mulut sutradara film "?" itu dalam aksi yang mengatasnamakan “Gerakan Indonesia Tanpa FPI Tanpa ‘Kekerasan’” itu, mengajak orang untuk mencontoh aksi kekerasan para preman rasisme fasisme anarkisme di Palangkaraya.
Diselingi sorakan dukungan dan tepuk tangan pendukungnya, Hanung memulai orasi. "Terimakasih. Sudah saatnya, kita harus menunjukkan siapa sebenarnya yang mayoritas dan siapa yang minoritas. Jangan sampai kita melihat, anak-anak kita melihat, saudara-saudara kita melihat, bahwa yang minoritas itu adalah yang merasa mayoritas dan mayoritas hanya diam saja", kata Hanung.
"Dan kepada mereka yang mengaku intelektual, mereka yang mengaku demokrat atau moderat tolong sedikitlah menjadi militan. Tolonglah...militanlahlah sedikit. Gitu loh... Sebagaimana temen-temen kita, saudara-saudara kita yang ada di Palangkaraya. Mereka bisa militan, mereka bisa menentukan kapan saya bisa bersikap, kita bisa bersikap, kita bisa diganggu atau tidak diganggu,” ujar Hanung. dikutip Suara Islam Online.
Hanung mengaku resah. Karena selama ini dia tidak dapat tenang dan bebas dalam berkarya karena selalu dianggap salah. Maka dari itu dia mengajak pada “jamaah” JIL yang terdiri dari kaum bencong, cewek perolok dan lelaki bertatto rambut gimbal itu untuk menunjukkan siapa yang mayoritas di negeri ini.
"Sekarang ini kita selalu resah, karena kita melakukan apa-apa selalu dianggap salah. Maka dari itu tolong pada temen-temen semua yang ada di sini mari kita tunjukkan siapa sebenarnya yang mayoritas., gitu aja. Terimakasih-terimakasih," pungkasnya diringi tepuk tangan para pengikut JIL.
Menurut Sekjen Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad AlKhaththath bahwa orasi Hanung Bramantyo itu secara langsung menunjukkan bahwa ia mendukung tindakan kekerasan. Hanung juga memprovokasi agar orang-orang yang selama ini dikenal “intelektual, demokrat dan moderat” agar menjadi militan sebagaimana militannya orang-orang di Palangkaraya saat mengepung dan mengancam membunuh empat orang pimpinan FPI Pusat di Palangkaraya, seperti yang dilaporkan Suara Islam Online.
Di depan Menteri Agama Suryadharma Ali, Al-Khaththath menyampaikan bahwa berdasarkan rekaman video yang diperolehnya, Hanung telah memprovokasi kalangan liberal, moderat dan demokrat untuk menjadi sedikit lebih militan agar seperti orang-orang di Palangkaraya. "Ini kan berarti mendukung anarkisme di Palangkaraya. Kita punya videonya, kalau Pak Menteri butuh bisa kita kasih", kata AlKhaththath saat itu.
Video tersebut rencananya akan disampaikan kepada manajemen SCTV yang berencana memutar kembali film "?". FUI dan FPI akan membuktikan, bahwa omongan Hanung ternyata berbeda dengan tujuan filmnya yang katanya ingin menyampaikan pesan “anti kekerasan dan anti radikalisme.”
SCTV akan memutar kembali film “?” pada malam ini (24/2). Menurut AlKhaththath rencana pemutaran film itu dinilai akan menambah provokasi kepada Front Pembela Islam (FPI). (siraaj/arrahmah.com)
Capres syari’ah siap pimpin Indonesia
Selasa, 13 Maret 2012 15:54:43
Ust. Abu M. Jibriel : "Hanya orang kafir, munafik dan sejenisnya yang tidak ingin syariah"
Selasa, 13 Maret 2012 16:40:35
Untuk menguatkan pendapatnya ini ustadz Abu Muhammad Jibriel menukil ayat Quran surat An Nisa ayat 65 yang berbunyi: "Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya."
Dengan gayanya yang khas, lembut namun tegas ustadz yang pernah mukim di negara tetangga Malaysia selama 20 tahun lebih dan pernah berjihad di Afghanistan ini menyatakan umat Islam yang beriman sudah pasti menginginkan tegaknya Syariah, hanya masalahnya informasi yang digembar-gemborkan media-media sekuler membuat bias keinginan umat Islam tersebut.
Dengan nada yang lembut ustadz Abu Muhammad Jibriel juga mengkritisi kebanyakan umat Islam yang lebih sering mengkritik para pejuang penegak Syariah, namun mereka sendiri tidak bekerja untuk tegaknya hal itu. Menyinggung soal capres Syariah, ustadz Abu Jibriel menyatakan ada banyak hal yang harus disiapkan untuk munculnya calon presiden yang menginginkan tegaknya syariah.
Diskusi Capres Syariah Senin sore kemarin menampilkan tiga pembicara, Munarman, SH, Ustadz Muhammad Al-Khattath dan Ustadz Abu Jibriel. Yang uniknya, menurut laporan panitia, acara diskusi ini menjadi acara terbanyak dalam segi peserta selama diskusi/talk show yang berlangsung di Islamic Book Fair 2012.
(eramuslim.com)

