Jumat, 09 Desember 2011

Gerhana bulan malam ahad


Siraaj
Kamis, 8 Desember 2011 21:55:47
JAKARTA (Arrahmah.com) – Malam ahad nanti, Sabtu (10/12/2011) diperkirakan akan terjadi gerhana bulan total. Gerhana bulan ini akan menjadi gerhana bulan terakhir di tahun 2011. Astronom Ma’rufin Sudibyo dalam posting di jejaring sosialnya, Minggu (4/12/2011) lalu, mengatakan, “Gerhana mulai terjadi pada pukul 18.35 WIB ditandai dengan mulai bersentuhannya cakram Bulan terhadap penumbra”. Seperti yang dilansir kompas.com.Sementara menurut Kepala Observatorium Bosscha, Hakim L. Malasan, peristiwa ini akan bisa disaksikan dengan mata telanjang mulai pukul 18.33 WIB. Puncak gerhana diprediksi berlangsung pada pukul 21.06 WIB-21.57 WIB.
Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Fenomena ini terjadi bila Bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama. Karena posisi itu, sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh Bumi, saat totalitas terjadi Bulan akan berwarna kemerahan.
Tak seperti gerhana Matahari, gerhana Bulan aman disaksikan tanpa alat dan pelindung karena terjadi tak terlalu malam. Pada malam Ahad itu, masyarakat di seluruh Indonesia bisa menyaksikan gerhana bulan total yang akan berlangsung selama 51 menit 8 detik. “Berbeda dengan gerhana bulan total pada Juni lalu yang berlangsung selepas tengah malam, masyarakat bisa menikmati fenomena gerhana bulan total kali ini karena waktunya berlangsung sebelum jam tidur.
Sebagai umat islam, kita memiliki tuntunan pada saat terjadinya fenomena alam gerhana bulan, yaitu dianjurkan untuk melakukan shalat kusuf yang merupakan sunnat mua’kad. Seperti diriwayatkan oleh Asy-Syaikhan bawha Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua (tanda) dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak juga karena kehidupan seseorang. Oleh karena itu, jika kalian melihat hal tersebut maka hendaklah kalian berdo’a kepada Allah, bertakbir, shalat dan bersedekah.”
Jahizuna, Bekal Inspirasi Kaum Beriman

M. Fachry

Kamis, 8 Desember 2011 17:38:52

Alhamdulillah! Sebuah situs yang mengkhususkan diri mengoleksi buku-buku Islam, bertema tauhid dan jihad, telah hadir di tengah-tengah kaum Muslimin. Sekitar 300-an teks berharga karya para ulama Mujahid dan ahlu tsughur dengan mudah bisa Anda dapatkan di situs bernama Jahizuna, Bekal Inspirasi Kaum Beriman.

Jahizuna, perpustakaan Islam pribadi

Tidak salah kalau situs Jahizuna.com, menyebut dirinya sebagai perpustakaan terbuka. Di situs ini, Anda bisa mencari, berbagi, bahkan “membuat” atau bekerjasama dalam mempersiapkan buku-buku penting dan berharga untuk ummat.

Saat ini, sebagaimana disampaikan oleh admin Jahizuna.com ke email redaksi, mereka telah memiliki jumlah katalog teks mencapai 300-an, yang terdiri dari buku-buku Islam khusus bertopik at tauhid dan jihad, atau topik umum.

Selain itu, mereka juga mengoleksi karya-karya dari arrahmah.com, seperti serial The Untold Story, analisa-analisi jihad dari M Fachry, dan juga koleksi beberapa pustaka audio. Jahizuna.com berharap situs mereka diketahui oleh umat agar buku-buku tauhid dan jihad semakin cepat tersebar dan ditelaah oleh masyarakat.

Di Jahizuna.com, para pengunjung selain bisa menikmati teks-teks perpustakaan Islam dengan cara mendownloadnya secara langsung, setelah mendaftar menjadi anggota, juga disediakan kursus-kursus on line, yang disebut dengan Dirosah Maktabiyah Online. Untuk pertama kali, kelas yang dibuka untuk umum adalah meteri “proxy”.

Jahizuna, Bekal Inspirasi Kaum Beriman

Demikian, slogan sekaligus harapan dari situs yang memiliki logo seorang penunggang kuda yang membawa bendera hitam tersebut. Di halaman muka dari situs yang beralamat di jahizuna.com tersebut langsung muncul banner-banner dari sekian judul teks yang kita inginkan. Ada makalah dari Syekh Abu Bashir berjudul : Prinsip-Prinsip Dakwah Kepada Thagut, ada Komandan Abu Ukasyah dengan artikelnya yang berjudul: Strategi Memeras Energi Musuh, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Rubrik-rubrik yang ada di Jahizuna.com adalah : Teks, Audio, Author atau penulis, ada juga Forum, Buku Tamu, Task & Job, Maklumat, serta Dirosah. Selain itu, ada juga Online Book, dengan dua buah judul buku yang tersedia, yakni : Begini Jihad yang Kami Pahami dan Kehendaki, Juz 1, dan Menang Kalah Dalam Perjuangan.

Akhirnya, sebagaimana disampaikan di dalam rubrik Tentang Kami, Jahizuna.com membuka akses seluas dan sebebas-bebasnya untuk mengakses seluruh isi dari situs tersebut, untuk sebuah masyarakat terbuka. Jahizuna.com mempersembahkan seluruh kerjanya kepada para pelajar, dai, mujahid, ulama, mualaf, peneliti, sejarawan, saintis, dan juga masyarakat umum. Semoga Jahizuna.com betul-betul bisa menjadi Bekal Inspirasi Kaum Beriman. Insya Allah!

(M Fachry/arrahmah.com)
Ikhwanul Muslimin menangkan pemilu Mesir

Siraaj

Kamis, 8 Desember 2011 23:02:06

MESIR (Arrahmah.com) – Ikhwanul Muslimin memenangkan pemilu di Mesir. Ikhwan menyatakan kemenangannya pada hari Rabu (7/12/2011) setelah pejabat komisi pemilu mengatakan partai tersebut memenangkan mayoritas pemilihan babak kedua dalam pemilu legislatif tahap pertama.

Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), yang didirikan oleh Jamaah Ikhwanul Muslimin memiliki peluang besar memenangkan pemilu parlemen Mesir. Menurut hasil penghitungan awal Partai Kebebasan dan Keadilan mendapat suara 40 persen. Pejabat Partai Kebebasan dan Keadilan mengatakan partainya akan memenangkan pemilu dalam memperebutkan kursi parlemen sekurang-kurangnya sepertiga dari total kursi parlemen. Sementara itu, Parai Al-Nour, salah satu dari kelompok Islam Salafi, mengatakan bahwa al Nour akan mengambil 70 kursi di majelis yang baru.

Sepertinya kekuatan politik Islam akan mengambil alih kekuasaan di sejumlah negara. pasca jatuhnya rezim-rezim tirani di dunia Arab dan Afrika Utara, seperti Zine el Abidin ben Ali, Hosni Mubarak, Ali Abdullah Saleh, Muammar Gaddafi, Bashar al-Assad, dan sejumlah negara lainnya, seperti Maroko, Aljazair, dan Yordania.

Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim al-Thani, mengatakan kekuatan kaum Islamis kemungkinan besar akan mengambil alih kekuasaan di seluruh dunia Arab dan Afrika Utara, pasca revolusi, ujarnya.

Sejarah baru di dunia Arab dan Afrika Utara berubah. Di mana rezim-rezim tirani yang sekuler telah berakhir dan ditumbangkan oleh kekuatan rakyatnya. Sekarang kekuatan baru yang digerakkan kaum Islamis mengambil alih kekuasaan.

Namun, tidak sedikit para pemimpin dan tokoh Gerakan Islam yang jatuh ke dalam “jebakan”, sesudah menggapai kekuasaan, dan meninggalkan tugasnya yang asas, menegakkan Islam.

Ada bahaya demokrasi disana, karena demokrasi telah menjadi “penyakit akut” yang menggerogoti tubuh umat islam.

Akankah Kemenangan Partai Kebebasan dan Keadilan semakin mengokohkan perubahan di dunia Arab dan Afrika menuju Islam? Semoga saja.



(siraaj/arrahmah.com)

Rabu, 30 November 2011

The great story about Syaikh Usamah bin Ladin: Hari-hari bersama sang Imam (1)


Saif Al Battar
Selasa, 22 November 2011 21:18:25
(Arrahmah.com) – Di antara kelompok ulama dan komandan mujahidin Al-Qaeda yang menyertai syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah dalam waktu yang sangat lama dan sampai hari ini masih meneruskan jihad fi sabilillah melawan aliansi zionis-salibis internasional, syaikh Dr. Aiman Azh-Zhawahiri mungkin nama yang paling menonjol. Selain saat ini menjadi pemimpin tertinggi mujahidin Al-Qaeda, beliau sejak tahun 1996 turut membidani lahirnya front perlawanan Islam semesta terhadap aliansi zionis-salibis internasional.
Sebagai tangan kanan syaikh Usamah, beliau memiliki banyak kenangan selama hidup bersama sang pendiri Al-Qaeda. Kenangan-kenangan itulah yang dituturkannya kepada umat Islam, sesuai permintaan para ikhwah mujahidin, sebagai bentuk ketulusan kepada jihad syaikh Usamah. Yayasan media As-Sahab merilis video syaikh Dr. Aiman Azh-Zhawahiri tersebut pada tanggal 16 November 2011 dengan judul ‘Ayyamun ma’al Imam’. Situs Arrahmah.com menerjemahkannya untuk para pembaca. Semoga bermanfaat.   

بسم الله الرحمن الرحيم 
HARI-HARI BERSAMA SANG IMAM (1)
Oleh:
Dr. Syaikh Aiman Azh-Zhowahiri 
  
Dipublikasikan oleh Media As-Sahab
20 Dzulhijjah 1432 H
16 November 2011 M

Dengan nama Allah … segala puji bagi Allah … Semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpahkan kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti beliau.
Ikhwah sekalian, kaum muslimin di manapun antum berada: As Salamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Wa ba’du:
 Ikhwan-ikhwan telah meminta kepadaku — semoga Allah memberikan pahala yang baik kepada mereka — agar saya bercerita tentang beberapa kenanganku bersama sang Imam dan pembaharu, seorang Syaikh dan Mujahid, yang menghidupkan kembali kewajiban jihad pada jaman ini, sang singa Islam, Syaikh Usamah bin Ladin — semoga Allah merahmati beliau —. Para Ikhwah juga meminta saya agar bercerita tentang sisi kemanusiaan dalam keseharian beliau, yang bisa jadi tidak diketahui oleh seluruh kaum muslimin. Sisi yang penting dan mulia ini, yang mana semua orang yang pernah hidup bersama manusia satu ini mendapat kemuliaan dengan berkesempatan bergaul dengan beliau. Seorang manusia yang memiliki akhlak yang luhur, perasaan yang mulia, dermawan dan lapang dada.
Sebenarnya saya — al hamdulillah — telah mendapat kemuliaan dari Allah dengan bergaul bersama laki-laki ini dalam waktu yang cukup lama, baik ketika bepergian maupun ketika menetap, dan juga dalam berbagai macam kondisi. Al Hamdulillah, saya telah melihat sendiri sisi-sisi kehidupan beliau yang sangat agung dan mulia. Saya ingin menceritakan sebagiannya kepada ikhwah sekalian, kaum muslimin, sebagaimana permintaan para ikhwan.
Saya sendiri meminta kepada para ikhwah agar saya bercerita secara lepas, yakni sesuai dengan apa yang muncul dalam perasaan, karena kenangan bersama Syaikh Usmah ini — masya Allah — sangat banyak dan bermacam-macam, di mana terdapat banyak sekali hikmah, pelajaran dan arahan-arahan yang beliau berikan. Beberapa di antaranya telah saya tulis dalam beberapa poin dalam kertas, dan insya Allah saya akan ceritakan kepada antum kenangan-kenangan baik yang saya ingat dalam kesempatan ini. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita dan memberikan kesempatan-kesempatan lain untuk bercerita tentang kemuliaan laki-laki mulia ini.
Di antara yang paling penting dari sifat beliau yang dirasakan semua orang yang bergaul dengan beliau — semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya yang luas kepada beiau dan menyusulkan kita dengan beliau di surga Firdaus yang paling tinggi — adalah bahwa beliau ini sangat tulus kepada para ikhwah beliau. Beliau selalu mengingatkan para ikhwah ­agar berbuat kebaikan dan senantiasa meluruskan perbuatan-perbuatan mereka.
Memang Syaikh Usamah adalah orang yang berakhlak mulia, santun, bukan orang dungu, bukan orang yang bersuara keras dan juga bukan orang yang jahil. Akan tetapi beliau sangat bersedih apabila beliau merasakan ada ikhwah beliau dalam jihad ini yang didholimi, atau belum mendapatkan haknya secara layak. Dan memang, di antara ikhwah yang pernah hidup bersama beliau — semoga Allah merahmati mereka semua — adalah Asy Syahid Abu Ubaidah Al-Bansyiri. Beliau ibarat sebuah gunung dalam jihad di jaman ini, yang belum memperoleh haknya secara layak untuk dikenalkan. Juga Fadlilatusy Syaikh Abu Hafsh Al-Mishri, sang komandan dan mujahid, atau yang dikenal dengan Abu Hafsh Al-Kumandani — semoga Allah merahmati beliau dan juga para syuhada’ yang lain —. Syaikh Usamah selalu menceritakan kebaikan mereka dan mendoakan mereka agar dirahmati Allah. Saya ingat suatu saat beliau mengatakan kepadaku: “Segala puji bagi Allah  yang telah mendatangkanku ke bumi jihad sehingga saya dapat berkenalan dengan Abu Ubaidah”. Saya ingat, di masa serangan yang dilancarkan Amerika Salibis terhadap Afghanistan ini, beliau pernah membaca di beberapa media reportase yang mencibir dua singa dan dua pahlawan besar yang mulia tersebut. Maka beliau pun mengirim surat kepada saya dan mengatakan: “Bantahlah mereka yang mencibir dua saudara kita ini!” Saya sendiri telah menyebutkan sebagian dari keutamaan yang dimiliki kedua ikhwah tersebut dalam pembicaraanku dan dalam buku Fursan Tahta Rayatin Nabi cetakan II.
Selain itu Syaikh Usamah — semoga Allah merahmati beliau — juga banyak bercerita tentang Syaikh Abdullah Azzam, seorang Syaikh, imamul jihad di jaman ini, semoga Allah merahmati beliau, tentang kebaikannya dan selalu memuji beliau. Syaikh Usamah bin Ladin pernah mengatakan bahwa orang ini (Syaikh Abdullah Azzam) telah menghidupkan kembali jihad di jaman ini. Dan Syaikh Usamah sering kali memuji beliau 
Selain itu Syaikh Usamah juga sering mengatakan yang baik-baik dan terbawa perasaan beliau ketika bercerita tentang 19 ikhwah yang telah melakukan serangan terhadap berhala Hubal jaman ini, Amerika, di Pentagon — markas militer — dan New York — simbol kedikdayaan ekonominya —. Sementara pesawat yang keempat tengah menuju Gedung Putih atau ke Gedung Kongres. Beliau menceritakan tentang mereka dengan penuh ketulusan. Saya, dan juga antum, ingat bahwa pesan yang pertama kali syaikh Usamah sampaikan setelah dimulainya serangan Salibis di Tora Bora. Dalam pesannya itu beliau menyampaikan kata-kata dukungan kepada 19 ikhwah tersebut. Antum semua juga ingat bagaimana penampilan Syaikh Usamah dalam menyampaikan pesan pertamanya itu, kelihatan beliau sangat lelah, capek, lesu dan seterusnya. Kondisi semacam ini kami semua mengalaminya lantaran cuaca yang sangat-sangat dingin ditambah lagi makanan yang sedikit dan kurang tidur, persediaan air sangat kurang dan air membeku. Sampai-sampai air yang berada 500 m (di bawah puncak gunung Tora Bora) pun juga telah membeku. Dalam kondisi yang sangat berat seperti ini, sementara musuh bersama orang-orang munafik mengepung kami, kaum Salib membombardar dari atas, namun Syaikh Usamah tetap bersikukuh untuk merekam pesan-pesan beliau sebagai bentuk kesetiaan beliau terhadap 19 ikhwah tersebut. Seolah beliau khawatir syahid menjemput beliau di tempat tersebut sementara beliau belum sempat menyampaikan dukungan beliau terhadap para ikhwah perwira tersebut.
Syaikh Sulaiman Abu Ghaits, Syaikh Usamah bin Ladin, Syaikh Aiman Adh Dhawahiri, dan Syaikh Abu Hafs Al Misri, di Tora Bora pada tanggal 20 Rajab 1422 H / 7 Oktober 2001 M
Tentu, insya Allah dalam kesempatan lain saya akan  kembali untuk bercerita tentang Tora Bora dengan berbagai sikap kepahlawanan dan teladan-teladan indah yang dipersembahkan oleh para pemuda Islam di Tora Bora, dan insya Allah kami akan bercerita lebih rinci masalah ini. Di Tora Bora kami semua sudah pasrahkan semua urusan kami kepada Allah SWT. Musuh — orang-orang munafik — mengepung kami, sementara NATO membombardir kami dari atas. Kami membayangkan bahwa bumi ini akan menjadi arang setiap saat. Sementara para ikhwah telah menyiapkan diri mereka untuk berperang sampai mati. Namun tentu saja, akan kami ceritakan nanti, ternyata ketakutan kaum Salib sangatlah besar. Mereka ketakutan meskipun mereka memiliki kekuatan yang selalu mereka bangga-banggakan, bahwa mereka adalah bangsa paling perkasa dalam sepanjang sejarah manusia. Para penggemar film Hollywood itu takut semua untuk masuk wilayah Tora Bora yang ditempati 300 singa Islam. Inilah salah satu sebab Allah mentakdirkan Syaikh Usamah bin Ladin keluar untuk melanjutkan lagi pertempuran dan pertarungan dengan bangsa Salib itu. Hal itu supaya seluruh kaum muslimin paham bahwa Allah SWT itu Mahakuasa, dan bahwa Allah SWT sendiri telah menjelaskan perihal siapa sejatinya para Salibis tersebut. Allah SWT berfirman:
(إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللهِ مَا لَا يَرْجُونَ).
Jika kalian merasa sakit maka sesungguhnya mereka pun merasakan sakit sebagaimana kalian merasa sakit. Namun kalian memiliki harapan dari Allah sementara mereka tidak. (QS. An-Nisa’ (4): 104)

Intinya, dalam kondisi yang sulit ini Syaikh Usamah terus bersikukuh untuk merekam pesan-pesannya meskipun dalam kondisi sebagaimana yang antum lihat sendiri, sebagai bentuk kesetiaan beliau kepada 19 ikhwah tersebut.
Setelah itu, setelah Syaikh Usamah — semoga Allah merahmati beliau — keluar dari Tora Bora, pesan pertama kali yang beliau sampaikan adalah beliau menjelaskan satu persatu nama 19 ikhwah tersebut.
Syaikh Usamah bin Ladin — semoga Allah merahmati beliau — sangat setia dan tulus terhadap Syaikh Abu Abdur Rahman Al-Kindi. Syaikh Usamah pernah mengirim surat kepada saya dan mengatakan: “Ceritakan apa-apa saja yang dilakukan orang ini supaya semua orang mengenalnya dan mengenal jasa-jasanya!” Maka saya ceritakan itu di salah satu pesan saya. Di sana saya ceritakan tentang hijrah beliau, kedermawanan beliau, kebaikan beliau, dan bahwa beliau terbunuh dalam kondisi menghadapi musuh, tidak lari ke belakang dalam perang melawan kaum Salib.
Syaikh Usamah juga sangat tulus dan setia dengan Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi — semoga Allah merahmatinya —. Syaikh Usamah pernah mengatakan kepadaku: “Orang ini telah mengorbankan dirinya untuk kita.” Karena Syaikh Ibnusy Syaikh Al Libi … mungkin akan saya ceritakan lagi insya Allah ketika membahas kronologi yang lebih rinci tentang Tora Bora, jika Allah mengijinkan … Komandan militer pasukan Islam yang berjihad di Tora Bora adalah Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi. Syaikh Usamah menyerahkan usaha mengeluarkan sebagian besar ikhwah dari Tora Bora kepada Syaikh Ibnusy Syaikh Al Libi, sebagaimana yang akan saya ceritakan secara lebih rinci nanti insya Allah, bagaimana kecerdasan Syaikh Ibnusy Syaikh Al Libi di bidang strategi dan lapangan, lantaran karunia Allah semata. Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi diserahi tanggung jawab untuk mengeluarkan mereka dari Tora Bora ke Pakistan. Tugas yang sangat-sangat berat dan penting ini pun berhasil beliau laksanakan dengan sukses, dalam situasi yang sangat berat, cuaca yang sangat dingin dan dalam keadaan dikepung. Beliau meloloskan diri bersama mereka dari kepungan orang-orang munafik. Beliau meloloskan diri bersama mereka di bawah hujan bom yang dihamburkan oleh bangsa Salib yang mana pada saat itu telah menguasai seluruh wilayah Afghanistan dan tinggal Tora Bora saja yang belum mereka kuasai, yang saat itu tengah mereka gempur. Beliau berhasil lolos bersama mereka ke wilayah perbatasan Pakistan. Sementara di Pakistan kaum Salib tidak berhasil menangkap para ikhwah tersebut kecuali dengan bantuan pengkhianatan yang dilakukan beberapa kabilah Pakistan — dan kisah ini sudah umum diketahui —. Intinya ketika Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi ditempatkan di penjara Kuhat, beliau membawa uang yang banyak untuk mengurusi para ikhwah yang bersama beliau tersebut. Maka para petinggi militer Pakistan yang biasa menerima suap dan berkhianat pun menawar beliau agar menyerahkan uang tersebut dan sebagai gantinya mereka akan melepaskannya dan mereka akan menghapus namanya sehingga seolah beliau tidak tertangkap. Sementara Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi — supaya semua orang kenal pahlawan satu ini dan supaya para ikhwah beliau di Libia mengikuti jejak beliau, yang insya Allah pembelaan mereka adalah pembelaan terhadap Islam dan kaum muslimin, dan semoga ada di antara mereka ribuan Ibnusy Syaikh Al-Libi yang akan menggantikan Syaikh Ibnusy Syaikh Al Libi, insya Allah —. Ketika para petinggi militer Pakistan itu mengutarakan tawaran mereka tersebut, beliau menjawab: “Tidak! Saya tidak akan meninggalkan ikhwan-ikhwan saya. Tapi kalau kalian mau saya akan berikan kepada kalian uang ini kepada kalian, bahkan lebih, jika kalian mau mengeluarkan kami semua.” Maka para petinggi militer Pakistan itu pun menolak sehingga Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi tetap dalam tahanan bersama para ikhwah yang bersama beliau sampai akhirnya pemerintahan jahat Qaddafi membunuhnya. Insya Allah para ikhwah mujahidin Libia yang punya harga diri, dan bahkan semua orang Libia yang berjiwa perwira, yang mengalir dalam aliran darahnya kecintaan terhadap Islam dan Nabi SAW, akan membalaskan untuk sang singa dari Libia ini terhadap kejahatan Qaddafi, juga terhadap kejahatan Barat bangsa Salib, NATO, yang telah menyiksa dan menyerahkan Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi kepada Qaddafi untuk dibunuhnya.
Syaikh Ibnusy Syaikh Al-Libi alias Ali Muhammad Abdul Aziz Al-Fakhiri (46 th)
Dahulu Syaikh Usamah mengatakan: “Orang ini telah mengorbankan nyawanya untuk kita.” Inilah tafsiran dari apa yang dikatakan oleh Syaikh Usamah bin Ladin.
Selain itu Syaikh Usamah bin Ladin mengirim surat kepada saya selalu menceritakan apa yang pernah dilakukan oleh Syaikh Musthafa Abul Yazid. Syaikh Usamah mengatakan kepada saya: “Orang ini telah berkorban dengan nyawanya dan keluarganya untuk kita.” Maksudnya Syaikh Musthafa Abul Yazid adalah orang yang mengatur urusan para ikhwah mujahidin. Beliau berhubungan dengan para mujahidin, berhubungan dengan Muhajirin, berhubungan dengan Anshar, beliau adalah bapak bagi mereka semua. Harga yang harus beliau bayar untuk kegiatan yang penuh berkah ini, beliau akhirnya terendus oleh para mata-mata NATO kemudian NATO berhasil membunuh beliau bersama keluarga, bahkan juga membunuh anak-anak yatim yang sedang beliau pelihara dan beliau ajari menghafal Al-Qur’an. Semoga Allah merahmati beliau.
Syaikh Musthafa Abul Yazid, sedang diwawancarai oleh wartawan stasiun TV Al-Jazeera
Inilah sisi-sisi ketulusan dan kesetiaan Syaikh Usamah bin Ladin kepada para ikhwannya.  
Bersambung insya Allah…
(unwanul falah/arrahmah.com)

Revolusi dalam perspektif Islam


Muhib Al-Majdi
Selasa, 29 November 2011 14:15:45
(Arrahmah.com) – Gejolak revolusi yang melanda negara-negara Arab belum berakhir. Meski beberapa rezim diktator telah tumbang, perjuangan rakyat untuk menegakkan syariat Islam dan membentuk pemerintahan yang pro-rakyat masih menghadapi batu sandungan dari dalam dan luar negeri. Di dalam negeri, kekuatan rezim sekuler pro-Barat dan antek-anteknya masih menempati posisi-posisi strategis dalam pemerintahan. Di luar negeri, AS, Israel, dan negara-negara salibis Barat melancarkan berbagai konspirasi licik untuk mempertahankan hegemoninya di negeri-negeri kaum muslimin.
Para ulama dan mujahidin tidak menutup mata atas semua peristiwa bersejarah ini. Mereka tak bosan memberikan dukungan dan pengarahan kepada kaum muslimin yang tengah mengadakan revolusi, agar revolusi mereka berjalan sesuai syariat dan berhasil meraih tujuannya. Global Islamic Media Front (GIMF) merilis serial artikel dukungan kepada revolusi kaum muslimin di negara-negara Arab. Di antaranya serial artikel Syaikh Hasan Umar hafizhahullah yang berjudul Ruha al-Islam Dairah (Roda Islam terus berputar). Arrahmah.com menerjemahkan artikel pertama beliau untuk para pembaca. Semoga bermanfaat.
Roda Islam terus berputar (1): Islam dan Revolusi

بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah SWT. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada penutup para nabi yang tiada lagi nabi sepeninggalnya. Amma ba’du…
Dari Muadz bin Jabal berkata: “Saya mendengar Rasululah SAW bersabda:
أَلَا إِنَّ  رَحَى الْإِسْلَامِ دَائِرَةٌ ، فَدُورُوا مَعَ الْكِتَابِ حَيْثُ دَارَ ، أَلَا إِنَّ الْكِتَابَ وَالسُّلْطَانَ سَيَفْتَرِقَانِ ، فَلَا تُفَارِقُوا الْكِتَابَ ، أَلَا إِنَّهُ سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ  يَقْضُونَ لِأَنْفُسِهِمْ مَا لَا يَقْضُونَ لَكُمْ ، إِنْ عَصَيْتُمُوهُمْ قَتَلُوكُمْ ، وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ أَضَلُّوكُمْ ” قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ نَصْنَعُ ؟ قَالَ : ” كَمَا صَنَعَ أَصْحَابُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ، نُشِرُوا بِالْمَنَاشِيرَ ، وَحُمِلُوا عَلَى الْخَشَبِ ، مَوْتٌ فِي طَاعَةِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ حَيَاةٍ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ “
“Sesungguhnya roda pengilingan Islam terus berputar, maka hendaklah kalian berputar bersama kitab Allah kemanapun ia berputar. Ketahuilah, sesungguhnya al-Qur’an akan berpisah dengan kekuasaan, maka janganlah kalian memisahkan diri dari Al-Qur’an.Ketahuilah, sesungguhnya akan datang kepada kalian para penguasa yang memutuskan perkara untuk kepentingan diri mereka sendiri dan tidak memutuskannya untuk kepentingan kalian. Jika kalian tidak menaati mereka, niscaya mereka akan membunuh kalian. Namun jika kalian menaati mereka, niscaya mereka akan menyesatkan kalian.”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang harus kami lakukan?”
Beliau SAW menjawab, “Lakukanlah sebagaimana hal yang dilakukan oleh para pengikut setia nabi Isa bin Maryam. Mereka digergaji dengan gergaji besir dan disalib di atas sebatang kayu. Mati di atas ketaatan kepada Allah lebih baik daripada hidup dalam kemaksiatan kepada Allah.” (HR. Ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir dan Musnad asy-Syamiyin serta Abu Nu’aim al-Asbahani dalam Hilyah al-Awliya’. Imam Al-Haitsami dalam Majma’ az-Zawaid, 5/231, berkata: Perawi Yazid bin Martsad tidak mendengar hadits dari Mu’adz. Perawi Wadhin bin ‘Atha’ dinyatakan tsiqah oleh Ibnu Hibban dan lain-lain. Sementara seluruh perawi lainnya adalah para perawi yang tsiqah)
Setiap muslim dan muslimah harus memperhatikan hadits yang agung di atas, yang mengungkapkan  semangat revolusi Islam. Hadits ini menjelaskan bahwa kekuasaan sering kali membenci syariat Allah, kitab Allah, dan dien Allah. Kenapa? Karena kepentingan-kepentingan para penguasa bertabrakan dan menyelisihi dien Allah, kitab Allah, dan para pengikut kebenaran. Andai saja para penguasa membiarkan para pengikut kebenaran atau membuka pintu bagi mereka untuk mengemukakan pendapat dan mengingkari kemungkaran. Namun para penguasa itu menindas masyarakat dan memberikan tekanan hebat kepada para pengikut kebenaran. Karena selalu ada pertarungan antara dua manhaj; manhaj dien Allah di bawah panji kitab Allah dan manhaj setan dan penguasa yang batil di bawah panji-panji jahiliyah dengan beragam nama baik pada masa dahulu maupun masa sekarang.
Selama para penguasa menyelisihi Al-Qur’an, maka menaati mereka merupakan sebuah kesesatan, sedangkan mengikuti manhaj mereka merupakan jalan menuju neraka Jahaman. Nabi SAW bersabda, “Namun jika kalian menaati mereka, niscaya mereka akan menyesatkan kalian.”
Di sisi lain, berpegang teguh dengan kebenaran itu pahit rasanya. Nabi SAW bersabda, “Jika kalian tidak menaati mereka, niscaya mereka akan membunuh kalian.” Dari sinilah diperlukan sebuah kelompok berani mati yang mempersembahkan pengorbanan dan tidak menyelewengkan dien Islam hanya karena ingin menyenangkan penguasa, meraih manfaat-manfaat duniawi, kedudukan dan jabatan yann tidak langgeng.
Kelompok ini menyerupai keadaan generasi sahabat ketika mereka pertama kali mengemban dien Islam hini hingga akhirnya mereka serahkan kepada kita dalam keadaan jaya, menang, dan panjinya berkibar tinggi. Mereka adalah orang-orang yang asing. Nabi SAW bersabda:
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا ، وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا ،  فَطُوبَى  لِلْغُرَبَاءِ
“Islam bermula dalam keadaan asing dan kelak ia akan kembali asing sebagaimana keadaan pada awal kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.”(HR. Muslim dan Ibnu Majah)
الَّذِينَ يُصْلِحُونَ عِنْدَ فَسَادِ النَّاسِ
“Mereka adalah orang-orang shalih yang memperbaiki keadaan ketika masyarakat telah rusak.”(HR. Ibnu Wadhah dalam al-Bida’, Ad-Dulabi dalam al-Asma’ wa al-Kuna, ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Awsath dan al-Mu’jam al-Kabir, Ibnu Bathah dalam al-Ibanah al-Kubra, al-Lalikai dalam Syarh Ushul I’tiqad Ahli as-Sunnah, dan Abu Amru ad-Dani dalam as-Sunan al-Waridah fi al-Fitan. Imam al-Haitsami dalam Majma’ az-Zawaid, 7/281, berkata: Seluruh perawinya adalah perawi kitab ash-Shahih kecuali Bakr bin Salim, dan ia seorang perawi yang tsiqah)
الَّذِينَ يَصْلُحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاس
“Mereka adalah orang-orang yang tetap shalih ketika masyarakat telah rusak.” (HR. Ahmad, Hanad bin Sirri dalam az-Zuhd, al-Ajuri dalam al-Ghuraba’, ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Awsath dan a-Mu’jam as-Shaghir, Ibnu Bathah dalam al-Ibanah al-Kubra, Abu Nu’aim al-Asbahani dalam Ma’rifah ash-Shahabah, dan Abu Amru ad-Dani dalam as-Sunan al-Waridah fi al-Fitan. Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 1273 mengatakan: Sanadnya shahih dan seluruh perawinya tsiqah)
Mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan dien Islam sekalipun sebagian besar memusuhi mereka. Nabi SAW bersabda:
لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ ، وَلاَ مَنْ خَالَفَهُمْ ، حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ
“Tidak membahayakan mereka orang-orang yang menelantarkan mereka dan orang-orang yang memusuhi mereka, sampai datang keputusan Allah dan mereka tetap teguh di atas keadaan mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mereka adalah para penggenggam bara api. Nabi SAW bersabda:
يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ بِسُنَّتِي أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُم
“Akan datang kepada manusia suatu zaman yang pada saat itu orang yang bersabar dalam menggenggam teguh agama Islam bagaikan orang yang menggenggam bara api. Bagi orang-orang yang beramal dengan sunahku pada masa tersebut pahala amalan lima puluh orang di antara kalian.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Adi, Ibnu Wadhah, dan lain-lain. Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 957 berkata: Shahih berdasar keseluruhan sanadnya).
Hal itu karena mereka tidak mendapatkan para pembantu dan penolong dalam memperjuangkan kebenaran. Sementara gangguan dan ancaman mengincar mereka dari segala tempat. Namun mereka berjalan di jalan Allah SWT dan memperjuangkan dien Allah SWT. Mereka siap untuk masuk penjara bertahun-tahun. Mereka siap menanggung segala resiko dengan segala ragam bentuknya, meski dalam waktu yang lama. Mereka bahkan siap mati di jalan Allah. Nabi SAW bersabda: “Lakukanlah sebagaimana hal yang dilakukan oleh para pengikut setia nabi Isa bin Maryam. Mereka digergaji dengan gergaji besi dan disalib di atas sebatang kayu.” Semua resiko tersebut tidak memalingkan mereka dari dien Allah SWT.
Hadits ini merupakan salah satu contoh revolusi Islam melawan para pengikut kebatilan dan contoh kerasnya pertarungan antara kebatilan dan kebenaran. Ia sekalugis pesan kepada para pengemban agama Islam ini, bahwa Islam tidak akan tegak tanpa adanya pengorbanan-pengorbanan dan keteguhan-keteguhan. Dien Islam tidak akan tinggi dan Berjaya tanpa adanya persembahan nyawa para pengembannya. Maka persiapkanlah diri kalian untuk mengembannya, didiklah generasi-generasi Islam di atas prinsip ini.
Setelah penjelasan ringkas makna hadits di atas, kami sebutkan di sini sejumlah pelajaran yang bisa dipetik darinya:
1. Nabi SAW memerintahkan umatnya untuk berpegang teguh dengan Islam dalam segala keadaan, baik dalam kondisi susah maupun senang, kondisi sulit maupun lapang.
2. Nabi SAW menjelaskan bahwa Al-Qur’an dan para penguasa akan berpisah. Para penguasa tidak akan menerapkan syariat Allah, sebagaimana dilakukan oleh para penguasa zaman sekarang.
3. Nabi SAW menjelaskan bahwa para penguasa yang tidak menerapkan Al-Qur’an sebagai undang-undang tersebut adalah orang-orang yang tersesat dan menyesatkan. Barangsiapa menaati mereka niscaya akan tersesat dari kebenaran dan mengikuti setan. Pembelaan para ulama su’ dan berbagai udzur (alasan pembenaran) untuk para penguasa tersebut sama sekali tidak member manfaat bagi para penguasa tersebut. Status mereka tetap saja adalah para pemimpin kesesatan, dan Nabi SAW menyatakan ‘Jika kalian menaati mereka, niscaya mereka akan menyesatkan kalian.”
4. Hadits tersebut menjelaskan prinsip tidak adanya ketaatan kepada makhluk jika diperintahkan untuk bermaksiat kepada Allah SWT.
5. Hadits tersebut menjelaskan bahwa para penguasa yang menyimpang dari jalan Allah tersebut adalah para pembuat kehancuran dan kerusakan. Mereka merusak urusan dunia dan agama rakyat. Mereka tidak sungkan untuk menumpahkan darah rakyat tanpa alasan yang dibenarkan oleh agama. Maka tepatlah sifat mereka dalam hadits di atas: “Jika kalian tidak menaati mereka, niscaya mereka akan membunuh kalian. Namun jika kalian menaati mereka, niscaya mereka akan menyesatkan kalian.”
6. Hadits tersebut memerintahkan kesabaran memegang teguh agama Allah meski apapun resiko yang akan menimpa seorang hamba. Sabda Nabi SAW: Lakukanlah sebagaimana hal yang dilakukan oleh para pengikut setia nabi Isa bin Maryam. Mereka digergaji dengan gergaji besi dan disalib di atas sebatang kayu.” Semua resiko tersebut tidak memalingkan mereka dari dien Allah SWT.
7. Hadits tersebut menjelaskan kaitan yang erat antara ujian dengan keimanan. Sebagaimana firman Allah SWT:
أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ * وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut (29): 2-3)
Juga seperti sabda Nabi SAW:
 يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ  بَلاءً ؟ قَالَ : ” الْأَنْبِيَاءُ ، ثُمَّ الصَّالِحُونَ ، ثُمَّ  الْأَمْثَلُ ،  فَالْأَمْثَلُ مِنَ النَّاسِ ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ ، فَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ صَلابَةٌ زِيدَ فِي  بَلائِهِ ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ خُفِّفَ عَنْهُ
Manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi kemudian orang-orang shalih kemudian orang-orang yang keimanannya di bawah mereka. Setiap orang akan diuji sesuai kadar agama (keimanan)nya. Jika ia teguh memegang agama, niscaya ujian untuknya akan ditambah.Jika agamanya lemah, niscaya ujiannya juga akan diringankan.” (HR. Ahmad, ad-Darimi, ath-Thayalisi, Ibnu Hibban, al-Hakim, dan lain-lain)
Beliau SAW juga bersabda:
 إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ  عِظَمِ الْبَلَاءِ ، وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ ، مَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا ، وَمَنْ سَخَطَ فَلَهُ السَّخَطُ
“Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian. Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, niscaya Allah akan menimpakan ujian kepada mereka. Barangsiapa yang ridha dengan ujian Allah, niscaya Allah ridha kepadanya. Dan barangsiapa marah kepada ujian Allah, niscaya Allah marah kepadanya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Baihaqi, al-Qudha’i, Abu Ya’la, dan lain-lain)
8. Hadits di atas menunjukkan bahwa Islam melakukan revolusi terhadap para penguasa yang menyelisihi kitab Allah dan menzalimi hamba-hamba-Nya, bagaimanapun besarnya kekuasaan mereka.
9. Selama para penguasa yang menyelisihi kitab Allah adalah orang-orang yang tersesat dan barangsiapa menaati mereka niscaya mereka akan menyesatkannya; maka para ulama yang mengajak rakyat untuk menaati para penguasa tersebut, tidak melawan mereka, dan bahkan menampakkan indah kondisi para penguasa tersebut dengan menyebut mereka sebagai ulil amri bagi kaum muslimin dan menuduh orang-orang yang melawan mereka adalah Khawarij…maka para ulama tersebut adalah orang-orang yang tersesat, bahkan mereka adalah para ulama tukang menyesatkan umat Islam. Mereka menyembunyikan kebenaran dan juga mencampur adukkan antara kebenaran dan kebatilan. Mereka menyodorkan kepada masyarakat agama ‘privat’ yang tidak mengandung jihad, amar ma’ruf, dan nahi munkar.
Mereka adalah orang-orang yang dimurkai oleh Allah. Para ulama yang tersesat menyerupai orang-orang Yahudi yang dimurkai oleh Allah, karena mereka mengetahui kebenaran namun tersesat (tidak mengamalkan ilmunya). Mereka itu dilaknat Allah SWT sampai mereka bertaubat. Di antara syarat taubat mereka adalah menjelaskan kepada masyarakat kebenaran yang mereka sembunyikan. Sebagaimana firman Allah:
{إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَـئِكَ يَلعَنُهُمُ اللّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ * إِلاَّ الَّذِينَ تَابُواْ وَأَصْلَحُواْ وَبَيَّنُواْ فَأُوْلَـئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ }
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati pula oleh semua makhluk yang melaknati. Kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran yang mereka sembunyikan), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah (2): 159-160)
Allah SWT mempersyaratkan taubat mereka harus disertai sikap menjelaskan kepada masyarakat kebenaran yang mereka sembunyikan. Seperti disebutkan dalam ayat ini:
{إِلاَّ الَّذِينَ تَابُواْ وَأَصْلَحُواْ وَبَيَّنُواْ}
Kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran yang mereka sembunyikan).”

Setelah itu kita memiliki sikap khusus kepada mereka dengan izin Allah.
Kita memohon kepada Allah semoga mengumpulkan kita di atas kebenaran dan mempekerjakan kita untuk memperjuangkan dien-Nya. Amin.
Syaikh Hasan Umar

Ratings and Recommendations

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Templates | Affiliate Network Reviews