Enggan meninggalkan Irak, AS perkuat kehadiran militer di Kuwait
Althaf
Selasa, 1 November 2011 16:29:48
Hits: 26
Selasa, 1 November 2011 16:29:48
Hits: 26
Obama mengumumkan bulan ini bahwa semua pasukan AS akan meninggalkan Irak pada akhir tahun 2011, mengakhiri perang panjang yang menciptakan perpecahan politik yang mendalam dan ‘mengasingkan’ Amerika Serikat dari sekutu-sekutunya.
Setelah hampir sembilan tahun, dengan kematian lebih dari 4.400 tentara AS, puluhan ribu warga Irak, dan pengeluaran ratusan miliar dolar, Obama mengatakan tentara Amerika terakhir akan meninggalkan Irak dengan kemenangan.
Setelah upaya untuk menekan pemerintah Irak agar mengizinkan sebanyak 20.000 pasukan AS untuk tetap di Irak setelah 2011 tidak berhasil, Pentagon sekarang menyusun alternatif lain.
Selain negosiasi mempertahankan kehadiran arena pertarungan di Kuwait, Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk mengirim kapal perang angkatan laut lebih banyak melalui perairan internasional di wilayah tersebut.
Pemerintahan Obama juga berusaha untuk memperluas hubungan militer dengan enam negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC). Amerika Serikat dinilai memiliki hubungan militer bilateral yang cukup erat dengan masing-masing negara. AS berdalih ingin menumbuhkan “arsitektur keamanan” baru bagi Teluk yang akan mengintegrasikan patroli udara dan laut serta pertahanan rudal. (althaf/arrahmah.com)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar